Tutorial Pemrograman Kriptografi C++ dan Java

Zae
Twofish merupakan algoritma kriptografi yang beroperasi dalam mode blok cipher berukuran 128 bit dengan ukuran kunci sebesar 256 bit, ukuran kunci yang besar ditujukan untuk meniadakan kemungkinan kunci lemah (weak-key). Algoritma Twofish sendiri merupakan pengembangan dari algoritma Blowfish. Perancangan Twofish dilakukan dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang diajukan National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk kompetisi Advanced Encryption Standard (AES), namun algoritma ini tidak terpilih sebagai basis standarisasi.

Tujuan dari perancangan Twofish yang selaras dengan kriteria NIST untuk AES adalah untuk membuat suatu algoritma kriptografi yang efisien dan portabel, rancangan yang fleksibel yang dapat menerima panjang kunci tambahan sehingga dapat diterapkan pada platform dan aplikasi yang sangat bervariatif serta cocok untuk cipher aliran, fungsi hash, dan MAC, serta rancangan yang sederhana agar memudahkan proses analisis dan implementasi algoritma.

Algoritma Twofish menggunakan struktur sejenis Feistel dalam 16 putaran dengan tambahan teknik whitening terhadap input dan output. Teknik whitening sendiri adalah teknik melakukan operasi XOR terhadap materi kunci sebelum putaran pertama dan sesudah putaran akhir. Elemen di luar jaringan feistel normal yang terdapat dalam algoritma twofish adalah rotasi 1 bit. Proses rotasi ini dapat dipindahkan ke dalam fungsi F untuk membentuk struktur jaringan Feistel yang murni, tetapi hal ini membutuhkan tambahan rotasi kata sebelum langkah output whitening.

Referensi mengenai algoritma twofish lengkapnya di
Bruce Schneier, John Kelsey, Doug Whiting, David Wagner, Chris Hall, Niels Ferguson (1998-06-15). "The Twofish Encryption Algorithm" (PDF/PostScript). Diakses pada 4 Maret 2007.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Twofish

tag : kriptografi
Zae
pAssWorD cRacKinG adalah proses pemulihan password dari data yang telah disimpan atau dikirimkan oleh suatu sistem komputer. Biasanya password cracking digunakan untuk mendapatkan akses ke suatu bukti dalam bentuk digital, dimana akses tersebut sudah ditutup atau dibatasi.

Inilah 10 software password cracker terbaik menurut sectools.org :
  1. Cain & Abel **** Tools yg berjalan di windows, dapat melakukan beberapa tugas antara lain memanen password dg sniffing jaringan, cracking password yg terenkripsi dg dictionary attack, brute-force dan cryptanalisis, merekam percakapan VOIP, decoding password yg di enkripsi,mengembalikan password yg ter cache, serta menganalisis routing protokol.
  2. John the Ripper **** Tools yg powerfull dan multi platform,berjalan di linux, Windows, macOS, DOS, BeOS dan openVMS. Pada awalnya digunakan untuk mendeteksi password yang lemah pada sistem operasi Linux.
  3. THC Hydra **** Tools ini berjalan multiplatform, dan digunakan untuk cracking melalui jaringan, menggunakan metode dictionary attack dan mendukng 30 protokol termasuk telnet,ftp,http,https,smb,beberapa database dan lain-lain.
  4. Aircrack
  5. L0phtrack
  6. Airsnort
  7. Solar Winds
  8. Pwdump
  9. Rainbow Crack
  10. Brutus
# Beberapa cara untuk password cracking :
1.Social Engineering
Social Engineering adalah nama suatu tehnik pengumpulan informasi dengan memanfaatkan celah psikologi korban. Atau mungkin boleh juga dikatakan sebagai “penipuan” Sosial Engineering membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian agar sang korban tidak curiga. Kita dituntut untuk kreatif dan mampu berpikiran seperti sang korban.
2.Key Logger
KeyLogger adalah software yang dapat merekam aktivitas user Hasil rekaman itu biasa disimpan berupa teks atau gambar. KeyLogger bekerja berdasarkan ketukan keyboard user. Aplikasi ini mampu mengenali form-form sensitif seperti form password.
3. Web Spoofing
Inti dari tehnik ini ialah dengan memanfaatkan kesalahan user saat mengetikan alamat situs pada address bar. Pada dasarnya, Web Spoofing adalah usaha untuk menipu korban agar mengira dia sedang mengakses suatu situs tertentu, padahal bukan. Contohnya pada kasus bank BCA.

**Beberapa Aplikasi Untuk Password Cracking**
3. http://www.systoolsdl.com/systools-access-password-recovery.exe

Sumber : http://narti19.blogspot.com/2011/04/password-cracking.html#more

Tag : Kriptografi
Zae


  1. Pembangunan Aplikasi Penyembunyian Pesan yang Terenkripsi dengan Metode MARS pada Citra dengan Metode Zhang LSB Image (Download PDF)(Ferry Pangaribuan)
  2. Implementasi Sistem Enkripsi Pengirim Pesan Instan Java dengan Algoritma Blowfish (Download PDF)(Mohammad Gilang Kautzar HW)
  3. Perancangan dan Implementasi Protokol SMS-Banking (Download PDF)(Herdyanto Soeryowardhana)
  4. Studi dan Implementasi Model Job-Shop Penjadwalan Ulang Perjalanan Kereta Api dengan MetodeReschedulling Pattern (Irfan Hanif)
  5. Studi dan Implementasi Enkripsi Pengiriman Pesan Suara dengan Algoritma Serpent (Download PDF)(Anggi Alisa Putri)
  6. Pembangunan Add-on pada Mozilla Thunderbird untuk Enkripsi Surat Elektronik dengan Corrected Block Tiny Encryption Algorithm (Download PDF)(Ricky Gilbert Fernando)
  7. Penyembunyian Pesan pada Citra Terkompresi JPEG Menggunakan Metode Spread Spectrum (Download PDF)(Winda Winanti)
  8. Penyembunyian Pesan pada Citra GIF Menggunakan Metode Adaptif (Download PDF)(Prasetyo Andy Wicaksono)
  9. Klasifikasi Musik Digital Berdasarkan Genre dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (Kukuh Nasrul Wicaksono)
  10. Studi dan Implementasi Non-Blind Watermarking dengan Metode Spread Spectrum (Download PDF)(Bayu Adi Persada)
  11. Pengamanan Situs dengan Enkripsi Head dan Body HTML Mengunakan Algoritma RC4 (Download PDF)(Yudi Harobowo)
  12. Pengamanan Tranmisi Hasil dan Query Basis Data dengan Algoritma Kriptografi RC4 (Download PDF)(Mohamad Firda Fauzan)
  13. Implementasi Algoritma RC6 untuk Enkripsi SMS pada Telepon Seluler (Download PDF)(Rangga Wisnu Adi Permana)
  14. Studi dan Implementasi Algoritma Optimasi Pemotongan Bar Steel (Download PDF)(Odit Ekwardo)
  15. Studi dan Implementasi Kriptografi Kunci Publik untuk Otentikasi Perangkat dan Pengguna pada Bluetooth(Download PDF)(Made Harta Dwijaksara)
  16. Studi dan Implementasi Steganografi pada Video Digital di Mobile Phone dengan DCT Modification (Download PDF)(Paul Gunawan Hariyanto)
  17. Program Steganalisis Metode LSB paad Citra dengan Enhanced LSB, Uji Chi-Square, dan RS-Analysys(Download PDF)(Yulie Anneria Sinaga)
  18. Implementasi Steganografi dengan Metode Bit-Plaane Complexity Segmentation (BPCS) untuk Dokumen Citra Terkompresi (Download PDF)(Arya Widyanarko)
  19. Optimasi Penempatan Pola Poligon Konveks Menggunakan Algoritma Genetik (Download PDF)(Hadi Saloko)
  20. Perbandingan Metode Ranked Positional Weight dan Kirbridge Wester pada Permasalahan Keseimbangan Lini Lintasan Produksi Berbasis Single Model (Download PDF)(Dyah Saptanti Perwitasari)
  21. Studi dan Implementasi Kolisi pada Fungsi Hash MD5 (Download PDF)(Ade Gunawan)
  22. Studi dan Implementasi Steganografi pada MP3 dengan Teknik Spread Spectrum (Download PDF)(Tara Baskara)
  23. Teknik Konversi Berbagai Jenis Arsip ke dalam Bentuk Teks Terenkripsi (Download PDF)(Dadan Ramdan Mangunpraja)
  24. Implementasi Algoritma Kunci Publik Kriptografi Kurva Eliptik pada Aplikasi E-mail Mozila Thunderbird (Download PDF)(Ibnul Qoyyim)
  25. Studi Penggunaan Data EXIF untuk Mengukur Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Kinerja Image Search Engine (Download PDF)(Nugroho Herucahyono)
  26. Program Konversi Berkas Not Angka ke Format Musik MIDI (Download PDF)(Selvira Afifa)
  27. Pembangunan Perangkat Lunak untuk Security pada Contactless Samart Card dengan Algoritma RC4 (Download PDF)(Stefanus Astrianto)
  28. Pembangunan Perangkat Lunak Steganografi Audio MP3 dengan Teknik Parity Coding pada Perangkat Mobile Phone (Download PDF)(Herianto)
  29. Kriptografi Audio dengan Teknik Interferensi Data Non Biner (Download PDF)(Muhamad Fajrin Rasyid)
  30. Perangkat Lunak Enkripsi Video MPEG-1 dengan Modifikasi Video Encryption Algorithm (VEA) (Download PDF)(Tessa Ramsky)
  31. Enkripsi Video Selektif Video MPEG dengan Algoritma Serpent (Download PDF)(Arief Pratama)
  32. Perancangan dan Implementasi Modifikasi VEA (Video Encryption Algorithm) untuk Video Streaming(Download PDF)(Dian Intania Savitri)
  33. Implementasi Tanda-tangan Digital dengan Menggunakan Algoritma RSA pada Aplikasi World Wide WebBerbasis AJAX (Anna Maria)
  34. Studi dan Implementasi Enkripsi Pengiriman Pesan Suara Menggunakan Algoritma Twofish (Download PDF)(Ratih)
  35. Penerapan Tanda-Tangan Digital untuk Otentikasi SMS-Banking (Download PDF)(Budiono)
  36. Kriptografi Visual pada Citra Biner dan Berwarna Serta Pengembangannya dengan Steganografi dan Fungsi XOR (Download PDF)(Muhammad Arif Romdhoni)
  37. Implementasi Disk Encryption Menggunakan Algoritma Rijndael (Download PDF)(Elfira Yolanda)
  38. Implementasi Model Penjadwalan Job-Shop dalam Masalah Penjadwan Kereta Api Jalur Tunggal dengan Pendekatan Constraint Programming (Download PDF)(Fajar Yuliawan)
  39. Watermarking pada Citra Digital Menggunakan Discrete Wavelet Transform (Download PDF)(Dean Fathony Alfatwa)
  40. Pembangunan Prototipe Compiler Bahasa Groovy untuk Platform .NET dengan Memanfaatkan Library Microsoft DLR (Yogie Adrisatria)
  41. Studi dan Implementasi Linear Cryptonalysis pada Algoritma FEAL (Masagus Krisna Ia)
  42. Studi Perbandingan dan Implementasi Algoritma BFS dan DFS pada Mesin Penjelajah Dokumen di DirektoriMicrosoft Windows (Nurshanti)
  43. Studi dan Implementasi Kompresi Berkas Audio Memanfaatkan Metode Linear Prediction (Aulia Hakim)
  44. Studi dan Implementasi Metode Otentikasi Berbasis Relasi Pada Citra JPEG Lossy Compression (Satrio Ajie Wijaya)
  45. Studi dan Implementasi Steganografi pada Video Berformat Matroska Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform (Muchamad Surya Prasetyo)
  46. Studi dan Implementasi Pengenalan Sidik Jari dengan Menggunakan Algoritma Pencocokan String Boyer-Moore (Amir Muntaha)
  47. Pembangkit Teka-Teki Silang dengan Algoritma Backtracking (Hafni Syaeful Sulun)
  48. Studi dan Implementasi Algoritam Steganografi F5 untuk Penyembunyian Pesan di dalam File Citra JPEG (Hadyan Ghaziani Fadli)

Sumber : http://matsjatnika.blogspot.com/2011/04/contoh-50-skripsi-buat-jurusan-ilmu.html

MENERIMA KONSULTASI SKRIPSI DAN JASA PEMBUATAN APLIKASI MENGENAI KRIPTOGRAFI
*ZAENAL SUHARDONO*
ID YM :z41on7
NO HP :085643684138
Zae
  • Chapter 1 - Overview of Cryptography pdf
  • Chapter 2 - Mathematics Background pdf
  • Chapter 3 - Number-Theoretic Reference Problems pdf
  • Chapter 4 - Public-Key Parameters pdf
  • Chapter 5 - Pseudorandom Bits and Sequences pdf
  • Chapter 6 - Stream Ciphers pdf
  • Chapter 7 - Block Ciphers pdf
  • Chapter 8 - Public-Key Encryption pdf
  • Chapter 9 - Hash Functions and Data Integrity pdf
  • Chapter 10 - Identification and Entity Authentication pdf
  • Chapter 11 - Digital Signatures pdf
  • Chapter 12 - Key Establishment Protocols pdf
  • Chapter 13 - Key Management Techniques pdf
  • Chapter 14 - Efficient Implementation pdf
  • Chapter 15 - Patents and Standards pdf
  • Appendix - Bibliography of Papers from Selected Cryptographic Forums pdf
kriptografi,ebook kriptografi, algoritma kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi
Zae
Handbook of Applied Cryptography (A.J. Menezes, P.C. van Oorschot, S.A. Vanstone)
Lecture Notes on Cryptography (S. Goldwasser and M. Bellare)
Introduction to Modern Cryptography (M. Bellare and P. Rogaway)
Cryptography A Z
How PGP Works
Basic Cryptanalysis
Modern Cryptography (P. Rogaway)
Cryptography and Cryptanalysis Lecture Notes (A. Lysyanskaya)
Foundations of Cryptography (O. Goldreich)
An Introduction to Cryptography
An Introduction to Cryptography Mirror
Public Key Cryptanalysis Using Algebraic and Lattice Methods (G. Durfee)

Sumber : http://www.freebookcentre.net/Security/Free-Cryptography-Books-Download.html


Tag : kriptografi,kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi
Zae
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang didirikan berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 dan diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.

STSN merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (AKSARA) yang menjalankan program Diploma III selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan program Diploma IV. Lulusan STSN memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia serta tuntutan pengguna persandian di lingkungan instansi pemerintah. Sebagai institusi pendidikan di bidang sandi dan aplikasinya, STSN mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam hal pengetahuan dan aplikasi teknis persandian.

STSN merupakan salah satu lembaga atau institusi pendidikan yang mendukung terselenggaranya pertahanan negara melalui penyediaan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kompetensi khusus dibidang pengamanan informasi, khususnya persandian. Melalui kompetensi tersebut, lulusan STSN mampu mengamankan informasi yang sifatnya strategis dan rahasia yang menjadi aset negara. Informasi rahasia yang dimiliki oleh suatu negara menjadi sasaran utama bagi pihak-pihak lawan atau yang tidak berkepentingan untuk dapat mengambil keuntungan baik dari aspek politis, sosial, ekonomis maupun yang terkait pertahanan dan keamanan negara.

Dalam Undang-undang ini dinyatakan bahwa dalam hal bela negara atau pertahanan negara, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Mahasiswa dan/atau lulusan STSN merupakan SDM potensial dalam mendukung pertahanan negara karena memiliki kesiapan fisik, pengetahuan, dan kemampuan di bidang keamanan informasi. Dengan bermodalkan kesadaran akan pengamanan, mahasiswa dan/atau lulusan STSN memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan dibidang keamanan informasi dan sandi.

Info Lengkap klik disini

tag : kriptografi,kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi
Label: 0 komentar | edit post
Zae
(Sumber : Buku Kriptografi,Rinaldi Munir)
Protokol: aturan yang berisi rangkaian langkah-langkah, yang melibatkan dua atau lebih orang, yang dibuat untuk menyelesaikan suatu kegiatan.

Protokol kriptografi: protokol yang menggunakan kriptografi. Orang yang berpartisipasi dalam protokol kriptografi memerlukan protokol tersebut misalnya untuk:
- berbagi komponen rahasia untuk menghitung sebuah nilai,
- membangkitkan rangkaian bilangan acak,
- meyakinkan identitas orang lainnya (otentikasi),
- dll

• Protokol kriptografi dibangun dengan melibatkan beberapa algoritma kriptografi.

• Sebagian besar protokol kriptografi dirancang untuk dipakai oleh kelompok yang terdiri dari 2 orang pemakai, tetapi ada juga beberapa protokol yang dirancang untuk dipakai oleh kelompok yang terdiri dari lebih dari dua orang pemanaki (misalnya pada aplikasi teleconferencing)

• Untuk mendemonstrasikan protokol kriptografi, kita menggunakan nama-nama pemain sebagai berikut:

Alice : orang pertama (dalam semua protokol)
Bob : orang kedua (dalam semua protokol)
Carol : orang ketiga dalam protokol tiga- atau empat- orang
Dave : orang keempat dalam protokol empat-orang
Eve : penyadap (eavesdropper)
Trent : juru penengah (arbitrator) yang dipercaya

1.Protokol Komunikasi dengan Sistem Kriptografi Simetri.

Protokol 1:
(1) Alice dan Bob menyepakati algoritma kriptografi simetri yang akan digunakan.
(2) Alice dan Bob menyepakati kunci yang akan digunakan.
(3) Alice menulis pesan plainteks dan mengenkripsinya dengan kunci menjadi cipherteks.
(4) Alice mengirim pesan cipherteks kepada Bob.
(5) Bob mendekripsi pesan cipherteks dengan kunci yang sama dan membaca plainteksnya.

•Eve mendengar semua percakapan antara Alice dan Bob pada protokol ini.
-jika Eve menyadap transmisi pesan pada langkah (4), ia harus mencoba mengkriptanalisis cipherteks untuk memperoleh plainteks tanpa mengetahui kunci.
-jika ia mendengar pembicaraan pada langkah (1)dan (2), maka ia mengetahui algoritma dan kunci yang digunakan, sehingga ia dapat mendekripsi cipherteks dengan kunci tsb.

•Protokol kriptografi di atas tidak bagus karena kunci harus tetap rahasia sebelum, sepanjang, dan setelah protokol. Langkah (1) dapat dilakukan dalam mode publik, namun langkah (2) harus dilakukan dalam mode rahasia. Sistem kriptografi kunci-publik dapat memecahkan masalah distribusi kunci ini.

2.Protokol Komunikasi dengan Sistem Kriptografi Kunci-Publik.

Protokol 2:
(1)Alice dan Bob menyepakati algoritma kriptografi kunci-publik yang akan digunakan.
(2)Bob mengirimi Alice kunci publiknya (kunci publik Bob).
(3)Alice mengenkripsi pesannya dengan kunci publik Bob kemudian mengirimkannya ke Bob
(4)Bob mendekripsi pesan dari Alice dengan kunci rahasia miliknya (kunci rahasia Bob).

•Pada umumnya, pengguna di jaringan menyepakati algoritma kriptografi kunci-publik yang digunakan. Setiap pengguna jaringan mempunyai kunci publik dan kunci rahasia, yang dalam hal ini kunci publik dipublikasikan melalui basisdata yang dapat diakses bersama. Dengan demikian, protokol kriptografi kunci-publik menjadi lebih sederhana sebagai berikut:

Protokol 3:
(1)Alice mengambil kunci publik Bob dari basisdata kunci-publik.
(2)Alice mengenkripsi pesannya dengan kunci publik Bob kemudian mengirimkannya kepada Bob.
(3)Bob mendekripsi pesan dari Alice dengan kunci rahasia miliknya (kunci rahasia Bob).

•Eve yang mendengar pembicaraan selama protokol ini akan mendapatkan kunci publik Bob, tetapi Eve tidak dapat mendekripsi cipherteks karena ia tidak mengetahui kunci rahasia Bob.

•Dalam dunia nyata, sistem kriptografi kunci-publik bukanlah pengganti sistem kriptografi sismetri. Sistem kriptografi kunci-publik tidak digunakan untuk mengenkripsi pesan, melainkan untuk mengenkripsi kunci pada sistem kriptografi simetri.

•Dengan sistem kriptogfai kunci-publik, maka pertukaran kunci pada sistem kriptografi simetri dapat dilakukan dengan protokol kriptografi kunci-publik sebagai berikut:

Protokol 4:

(1)Bob mengirimi Alice kunci publiknya.
(2)Alice membangkitkan kunci simetri K, mengenkripsikannya dengan kunci publik (PK) Bob, dan mengirimkannya ke Bob,

EPK(K)

(3)Bob mendekripsi pesan dari Alice dengan menggunakan kunci rahasianya (SK) untuk mendapatkan kembali kunci simetri K,

DSK(EPK(K)) = K

(4)Baik Alice dan Bob dapat saling berkirim pesan dengan sistem kriptografi simetri dengan menggunakan kunci K.

•Dua gabungan sistem kriptografi yang digunakan pada protokol 4 di atas disebut hybrid cryptosystem dan kunci sismetri yang dipertukarkan disebut session key.

•Dengan protokol 4 di atas, kita katakan bahwa sistem kriptografi kunci-publik berhasil memecahkan masalah manajemen kunci yang sangat penting, yaitu pertukaran kunci.

3.Protokol untuk Sidik Dijital (Digital Signature)


a.Menandatangani Dokumen dengan Sistem Kriptografi Simetri dan Seorang Juru Penengah.

Alice ingin menandatangani dokumen digital (pesan atau arsip) dan mengirimkannya ke Bob. Ia meminta Trent sebagai juru penengah (misalnya pengacara) antara Alice dan Bob (diperlukan jika sewaktu-waktu ada pertengkaran antara Alice dan Bob). Trent akan memberikan sidik berupa sertifikasi terhadap dokumen yang dikirim oleh Alice. Sistem kriptografi yang digunakan adalah simetri. Trent memberikan kunci rahasia KA kepada Alice dan kunci rahasia KB kepada Bob (KA dan KB berbeda).

Protokol 5:
(1)Alice mengenkripsi dokumen dengan KA dan mengirimkannya kepada Trent.
(2)Trent mendekripsi dokumen dari Alice dengan KA.
(3)Trent menambahkan pada dokumen yang sudah didekripsi sebuah pernyataan sertifikasi bahwa dia telah menerima dokumen itu dari Alice, kemudian mengenkripsi keseluruhannya dengan KB.
(4)Trent mengirim cipherteks yang dihasilkan kepada Bob.
(5)Bob mendekripsi cipherteks dengan KB. Ia membaca dokumen dan sertifikasi dari Trent bahwa Alice yang mengirimkan dokumen tersebut.

•Karakteristik pemberian tanda tangan dengan prtotokol 5 adalah sbb:
1.Sidik (signature) pasti otentik, karena Trent adalah juru penegah yang dipercaya, Trent mengetahui bahwa dokumen dari Alice. Sertifikasi dari Trent berlaku sebagai bukti bagi Bob.
2.Sidik tidak dapat digunakan lagi untuk dokumen yang lain. Jika Bob menggunakan sertifikasi dari Trent untuk dokumen yang lain, maka kecurangan Bon ini dapat diketahui oleh Trent sbb:
-Trent meminta dokumen tersebut dari Bob.
-Trent mengenkripsi dokumen tersebut dengan KA dan membandingkannya dengan cipherteks dari Alice.
-Jika hasil enkripsi dokumen dari Bob tidak sama dengan cipherteks dari Alice, maka Bob telah mekakukan kecurangan.

3.Dokumen yang sudah ditandatangani tidak dapat diubah. Trent dapat membuktikan bahwa dokumen sudah berubah dengan cara yang sama seperti 2 di atas.
4.Sidik tidak dapat disangkal. Jika Alice menyangkal bahwa dia yang mengirim dokumen, sertifikasi dari Trent dapat menyanggah sangkalan Alice.


•Protokol 5 di atas tidak praktis karena membutuhkan pihak ketiga (Trent) untuk memberikan sertifikasi keabsahan dokumen dan prosesnya memakan waktu.


b. Menandatangani Dokumen dengan Sistem Kriptografi Kunci-Publik.

Protokol 6:
(1)Alice mengenkripsi dokumen dengan kunci rahasianya. Ini sekaligus juga berarti Alice telah memberikan sidik (signature) pada dokumennya.
(2)Alice mengirim dokumen yang terenkripsi kepada Bob.
(3)Bob mendekripsi dokumen dengan kunci publik Alice. Ini sekaligus juga berarti Bob telah memverifikasi sidik pada dokumen.

•Protokol 6 tidak membutuhkan pihak ketiga (Trent) untuk memberikan tandatangan (Trent hanya diperlukan untuk mensertifikasi bahwa kunci publik Alice memang benar milik Alice).

•Protokol 6 memiliki karakteristik yang sama seperti pada protokol 5.


c. Menandatangani Dokumen dengan Sistem Kriptografi Kunci-Publik dan Fungsi Hash Satu-Arah

Protokol 7:
(1)Alice meringkas dokumennya menjadi message digest dengan fungsi hash satu-arah.
(2)Alice mengenkripsi message digest dengan kunci rahasianya. Hasil enkripsinya disertakan (embedded) pada dokumen. Ini berarti Alice telah memberi sidik dijital pada dokumennya.
(3)Alice mengirim dokumen yang sudah diberi sidik dijital kepada Bob.
(4)Bob meringkas dokumen dari Alice menjadi mesaage digest dengan fungsi hash yang sama. Bob mendekripsi sidik dijital yang disertakan pada dokumen Alice. Jika hasil dekripsinya sama dengan message digest yang dihasilkan, maka sidik dijital tersebut sah.

.Jika dokumen yang sama ingin ditandatangani oleh dua orang (Alice dan Bob), maka orang ketiga, Carol, dibutuhkan pada proses verifikasi. Protokolnya adalah sebagai berikut:

Protokol 8:

(1)Alice memberi sidik dijital pada message digest dari dokumen.
(2)Bob memberi sidik dijital pada message digest dari dokumen.
(3)Bob mengirimkan sidik dijitalnya kepada Alice.
(4)Alice mengirim dokumen yang sudah diberi sidik dijitalnya dan sidik dijital dari Bob kepada Carol.
(5)Carol memverifikasi sidik dijital Alice dan sidik dijital Bob (Carol mengetahui kunci publik Alice dan kunci publik Bob).


4.Protokol untuk Sidik Dijital dengan Enkripsi


•Protokol ini dapat dianalogikan seperti pengiriman surat yang menggunakan amplop tertutup. Tanda tangan pada surat memberikan bukti kempemilikan, hal ini sama dengan fungsi sidik dijital pada pada dokumen elektrinis. Sedangkan amplop memberikan perlindungan keamanan (privacy), hal ini sama dengan fungsi enkripsi pada dokumen.

•Sidik dijital diberikan dengan menggunakan kunci rahasia pengirim (lihat protokol 6) dan dokumen dienkripsi dengan kunci publik penerima.

•Protokolnya adalah sbb:

Protokol 9:

(1)Alice menandatangi dokumen atau pesan (M) dengan menggunakan kunci rahasianya (SK-A).
SSK-A(M)
(2)Alice mengenkripsi dokumen yang sudah ditandatangi dengan kunci publik Bob (PK-B) dan mengirimkannya kepada Bob
EPK-B(SSK-A(M))
(3)Bob mendekripsi cipherteks yang diterima dengan kunci rahasianya (SK-B).
DSK-B(EPK-B(SSK-A(M))) = SSK-A(M))
(4)Bob melakukan verifikasi dengan mendekripsi hasil pada langkah 3 dengan menggunakan kunci publik Alice dan sekaligus mendapatkan kembali dokumen yang belum dienkripsi.
VPK-A( SSK-A(M)) = M

•Menandatangani dokumen sebelum mengenkripsikannya adalah cara yang alamiah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menulis surat, menandatanganinya, dan memasukkannya ke dalam amplop. Bila Alice memasukkan surat ke dalam amplop, kemudian menandatangani amplop, maka keabsahannya diragukan. Jika Bob memperlihatkan surat Alice tersebut kepada Carol, maka Carol mungkin menuduh Bob berbohong tentang isi surat tersebut.
•Alice tidak harus menggunakan menggunakan kunci publik/kunci rahasia yang sama untuk enkripsi dan tanda tangan. Alice dapat menggunakan dua pasang kunci: sepasang untuk enkripsi dan sepasang untuk pemberian tanda tangan.
•Misalkan Bob ingin mengkonfirmasi bahwa dia telah menerima dokumen dari Alice. Maka, Bob mengirimkan konfirmasi “tanda terima” kepada Alice. Protokol pengiriman pesan tanda terima adalah sebagai berikut:
Protokol 10:
(1)Alice menandatangi dokumen atau pesan (M) dengan menggunakan kunci rahasianya (SK-A), mengenkripsikannya dengan kunci publik Bob (PK-B) dan mengirimkannya kepada Bob
EPK-B(SSK-A(M))
(2)Bob mendekripsi cipherteks yang diterima dengan kunci rahasianya (SK-B), memverifikasi sidik dijital dengan kunci publik Alice dan sekaligus mendapatkan kembali dokumen yang belum dienkripsi.
VPK-A(DSK-B(EPK-B(SSK-A(M)))) = M
(3)Bob menandatangani dokumen (M) dengan kunci rahasianya (SK-B), mengenkripsikannya dengan kunci publik Alice (PK-A), dan mengirimkannya ke Alice.
EPK-A(SSK-B(M))
(4)Alice mendekripsi dokumen dengan kunci rahasianya (SK-A) dan memverifikasi sidik dijital dengan kunci publik Bob (PK-B).
VPK-B(DSK-A(EPK-A(SSK-B(M)))) = M ’
Jika M ’ yang dihasilkan sama dengan dokumen yang dikirim oleh Alice (M), maka Alice tahu bahwa Bob menerima dokumennya dengan benar.

tag : kriptografi,kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi, kriptografi